English French Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label air tejun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air tejun. Tampilkan semua postingan
Jumat, 24 Juni 2011

OBJEK WISATA BUKIT KELAM

http://kota-sintang.blogspot.com/bukit kelam sejatinya adalah sebuah bukit karena material yang membentuknya adalah batuan keras, Warga sekitar menganggapnya sebagai batu.bukit kelam merupakan bongkahan batu terbesar  di dunia.

Letak bukit kelam sekitar 19 kilometer dari Kota sintang dan berada diwilayah kecamatan Kelam Permai. Awalnya fungsi bukit kelam adalah sebagai sumber air bagi masyarakat sekitarnya. Pada tahun 1992 kawasan tersebut ditetapkan sebagai objek wisata andalan kabupaten sintang.Bahkan kelak kawasan ini bisa menjadi objek wisata andalan Provinsi Kapuas Raya yang merupakan pemekaran Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukotanya Sintang.
Bukit kelam sebenanrya adalah rangkaian perbukitan yang meliputi bukit rentap dan bukit lui/et. Pemerintah Kota sintang sudah merencanakan untuk menyatukan perbukitan tersebut sebagai kawasan wisata dengan sebutan Kelutap (Kelam, Luit dan Rentap).
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan wisata tersebut, terutama bagi orang yang bernyali besar dan menggemari tantangan. Ketinggian bukit yang mencapai 900 meter dengan kemiringan tebing 15-45 derajat sangat menantang untuk melaksanakan panjat tebing.
Tidak sedikit pemanjat tebing yang berasal dari luar Kalimantan barat yang pernah menjajal bukit tersebut bahkan dari Jawa yang notabene mempunyai banyak tempat untuk uji nyali juga mampir dibukit kelam untuk menjawab tantangan nyali tsb.
Kelas wisatawan biasa bisa memanfaatkan tangga berpagar besi yang disediakan untuk menikmati pemandangan yang sangat menarik dari puncak bukit kelam, selain itu bagi mereka yang jarang melihat tanaman langka disini bisa melihat berbagai jenis tanaman yang jarang terlihat seperti Kantong semar berukuran raksasa serta anggrek hitam.
Sebelum sampai dikaki bukit para wisatawan harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kecamatan kelam permai, sedangkan bagi wisatawan yang berangkat dari Kota sintang jarak tempuhnya kurang lebih 10km untuk sampai ke tempat wisata yang dimaksud.
Di tempat wisata, para wisatawan akan disuguhkan oleh pemandangan yang menarik.Bagi yang gemar mandi bisa mencoba dinginya air dari mata air terjun yang ada di bukit tersebut.Sedangkan objek wisata lainya yaitu adalah sebuah goa yang ada diperut bukit tersebut, konon waktu saya berwisata ke puncak bukit saya sempat menanyakan kepada para penjaga di situ ternyata gua tersebut adalah tempat dimana burung wallet bersarang.
Sebelum memasuki rute wisata bukit kelam,para wisatawan bisa mampir digaleri seni yang dibangun dengan bentuk perahu motor bandong yang menjadi alat transportasi sungai khas kota sintang.Wisatawan juga bisa singgah di dua rumah Ensaid pendek dan Ensaid panjang yang merupakan replika ukuran sebenarnya rumah khas suku dayak yang disebut rumah panjang.
Dikota sintang juga ada objek wisata sejarah keraton sintang yang menyimpan sejarah mulai dari zaman Hindu sampai Islam, banyak peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kerajaan majapahit.
Untuk mencapai kota sintang ,wisatawan bisa menumpang bus dari ibu kota provinsi Kalimantan barat,pontianak.lama perjalanan sekitar 8 jam.tersedia bus ekonomi sampai eksekutuf dengan tarif berkisar antara Rp 100.000-120.000.Sesampainya dikota sintang wisatawan tidak perlu bingung karena dikota sintang terdapat banyak penginapan dan hotel yang bertarif murah,selain itu untuk mencapai objek wisata,wisatawan bisa menumpang bus wisata ataupun menyewa kendaraan maupun travel yang siap mengantar anda ke tempat wisata yang anda kehendaki.
Akhirnya bagi anda yang tertarik untuk berwisata ke Kota sintang selamat mencoba dan semoga anda puas dengan suguhan eksotisnya pemandangan yang ada.
(sumber dari berbagai sumber)
diposkan oleh: sintang kota bersemi

Keajaiban Hutan di Cagar Alam Bukit Kelam Sintang

(foto: himpalaunas.com)
(foto: himpalaunas.com)
KALIMANTAN tidak pernah lelah untuk menawarkan keindahan alaminya. Terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, cagar alam Bukit Sintang Kelam seluas 520 hektar.

Inilah harta bumi berupa eksotis dengan segala keragaman ekosistem yang unik. Pemandangan yang memukau mata dan udara segar membuat hutan ini sanggup menawan rasa kekaguman. Keajaibannya tersembunyi menunggu Anda yang berani masuk ke dalam keheningan cagar alam ini.

Keberadaan Bukit Kelam tidak bisa dipisahkan dari legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai adalah nelayan di tanah Sintang (Sekarang ibukota kabupaten Sintang). Bujang Beji dan kelompok-nya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai dan kelompoknya menguasai Sungai Melawi.

Ketika Bujang Beji mengetahui bahwa Tumenggung Marubai mendapat ikan lebih banyak daripada dirinya, ia menjadi iri, sehingga ia berniat untuk menghalangi aliran Sungai Melawi dengan batu.

Lalu ia berenang ke hulu Sungai Kapuas untuk mendapatkan sebuah batu besar dari puncak bukit Nanga Silat. Di persimpangan aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, tiba-tiba muncul Dewi Surgawi dan menertawakannya. Ketika ia mengangkat kepalanya mencoba untuk menemukan sumber suara tersebut, dia tidak sengaja menginjak duri beracun.

Seketika, batu itu lepas dari genggaman tangannya dan jatuh ke tanah. Legenda mengatakan batu yang tenggelam tersebut perlahan-lahan tumbuh menjadi bukit dengan banyak batu gelap di atasnya, dari situlah nama bukit Kelam Sintang berasal.

Ada berbagai jenis flora langka yang dapat Anda temukan di sini, seperti meranti (Shorea sp), bangeris (Koompassia sp), tengkawang (Dipterocarpus sp), kebas-kebas (Prodocarpus ceae) dan berbagai jenis anggrek. flora dataran tinggi ini adalah pitcher merah (Nephentes alata) yang merupakan endemi daerah tersebut. Cagar alam ini juga adalah rumah bagi hewan langka dan berbagai keunikan lainya seperti beruang madu (Mayalanus heralctus), Armadillo (Manis javanica), kelelawar (Hiropteraphilie) dan berbagai jenis burung.

Mendaki ke puncak bukit Sintang adalah petualangan mendebarkan di mana Anda harus melalui tangga batu setinggi 90 meter dan tebing curam. Di puncak bukit ada gua-gua alam yang eksotik dan magis siap menanti Anda. Gua-gua ini juga merupakan rumah dan sarang burung walet. Dari puncak bukit, Anda dapat memandangi keindahan hutan hujan yang membentang luas, lihatlah bagaimana indahnya Sungai Kapuas dan Sungai Melawi dari kejauhan.

Cagar alam kubit Kelam Sintang ini mencapai ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 15-40 derajat, menjadikannya tempat yang sempurna untuk paragliding dan panjat tebing. Cagar alam ini juga menyediakan tantangan bagi mereka yang menyukai hiking dan trekking. Anda pun yang ingin lebih dekat dengan alam juga dapat mendirikan tenda di lokasi perkemahan yang aman dan luas.

sumber : http://hileud.com
diposkan oleh: sintang kota bersemi

Bukit Kelam - SINTANG, Kalimantan Barat

http://kota-sintang.blogspot.com/

Kawasan Wisata Bukit Kelam yang berada di wilayah Kecamatan Kelam Permai. Daya tarik objek wisata alam perbukitan khususnya kawasan wisata alam Bukit Kelam dapat dilihat dari kondisi perbukitan itu sendiri yang memiliki keindahan yang khas. Hutan wisata Bukit Kelam berada diantara dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas dan termasuk didalam SdubDAS Melawi dimana keberadaan hutan wisata tersebut merupakan kawasan sumber air yang mengalir sebagai sungai yang dimanfaatkan penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi.
Berdasarkan pengamatan diketahui kualitas baik perairan sungai di hutan wisata didominasi oleh perbukitan dan hutan wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata alarn dan untuk lokasi terbang layang dan panjat tebing karena terletak pada ketinggian 50 - 900 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 15° - 40° serta kemiringan diatas 45°. Pohon yang tumbuh dikaki bukit umumnya berbatang tinggi, sedangkan dipuncaknya ditumbuhi semak semak. Pada dinding bukit jarang ditumbuhi tumbuhan karena terdiri dari batu terjal sehingga pepohonan yang yang tumbuh dan tertata rapi didalam jambangan.
Di Bukit ini juga terdapat tumbuh-tumbuhan langka seperti Kantong Semar Raksasa yang oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai wadah untuk menanak nasi, selain itu juga terdapat Anggrek Hitam. Saat ini kawasan Bukit Kelam sudah direnopasi dan kawasan ini dijadikan sebagai Pusat Perkemahan bagi pramuka. Untuk mencapai puncak Bukit Kelam saat ini sudah dibangun sebuah tangga dengan ketinggian 90 m yang terletak disebelah barat. Kawasan Bukit Kelam saat ini terus dikembangkan karena punya rentetan perbukitan lainnya seperti Bukit Luit dan Bukit Rentab. Selain itu juga kawasan ini sangat baik jika dibangun tempat peristirahatan yang nantinya dapat dikembangkan menjadi desa wisata yang menarik dan unik.
Hal ini juga tidak terlepas dari keberadaan dua rumah panjang didekat lokasi perbukitan ini yaitu Rumah Panjang Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang.
Bagi pengunjung yang suka bertualang menghadapi tantangan alam dan merindukan pemandangan alam yang asli maka Bukit Kelam adalah tempat yang cocok dalam memenuhi selera anda. Pendakian ke puncak bukit dapat ditempuh melalui dua cara:
  • Menggunakan Tangga
  • Melalui Tebing Batu yang sangat terjal dan menantang.
Dari Puncak Bukit dapat terlihat pemandangan alam yang sangat indah seperti:
  • Hutan tropis dan berbagai jenis tanaman langka
  • Dua aliran sungai yang mengapit Kota kabupaten
  • Tata Kota Sintang dan persawahan yang ada dibawahnya.
Yang kesemuanya merupakan pemandangan alam yang sangat menakjubkan dan panorama alam yang sangat nyaman, dapat dikunjungi melalui transportasi darat dengan jarak dari Kota 18 Km.

Cara menjangkau:

Nama objek: Bukit Kelam
Dijangkau dari: Ibu kota Kabupaten
Kendaraan: Kendaraan umum
Fasilitas: Jalan lingkar kelam, Tangga untuk mencapai bukit
Keterangan:
- dari ibukota Kabupaten : 19 Km
- dari jalan lingkar bukit : 10 Km
Bukit Kelam merupakan salah satu obyek wisata alam yang eksotis di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Bukit yang telah menjadi Kawasan Hutan Wisata ini memiliki panorama alam yang memesona, yaitu berupa pemandangan air terjun, gua alam yang dihuni oleh ribuan kelelawar, dan sebuah tebing terjal setinggi kurang lebih 600 meter yang ditumbuhi pepohonan di kaki dan puncaknya.

Legenda Bukit Kelam

Dibalik pesona dan eksotisme Bukit Kelam, tersimpan sebuah cerita yang cukup menarik. Konon, Bukit Kelam dulunya merupakan sebuah rantau.[1] Namun, karena terjadi suatu peristiwa, maka kemudian rantau itu menjelma menjadi Bukit Kelam. Bagaimana kisahnya sehingga rantau itu menjelma menjadi bukit yang indah dan memesona? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Legenda Bukit Kelam berikut ini.
Alkisah, di Negeri Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah dua orang pemimpin dari keturunan dewa yang memiliki kesaktian tinggi, namun keduanya memiliki sifat yang berbeda. Yang pertama bernama Sebeji atau dikenal dengan Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka merusak, pendengki dan serakah. Tidak seorang pun yang boleh memiliki ilmu, apalagi melebihi kesaktiannya. Oleh karena itu, ia kurang disukai oleh masyarakat sekitar, sehingga sedikit pengikutnya. Sementara seorang lainnya bernama Temenggung Marubai. Sifatnya justru kebalikan dari sifat Bujang Beji. Ia memiliki sifat suka menolong, berhati mulia, dan rendah hati. Kedua pemimpin tersebut bermata pencaharian utama menangkap ikan, di samping juga berladang dan berkebun.
Bujang Beji beserta pengikutnya menguasai sungai di Simpang Kapuas, sedangkan Temenggung Marubai menguasai sungai di Simpang Melawi. Ikan di sungai Simpang Melawi beraneka ragam jenis dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan sungai di Simpang Kapuas. Tidak heran jika setiap hari Temenggung Marubai selalu mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan Bujang Beji.
Temenggung Marubai menangkap ikan di sungai Simpang Melawi dengan menggunakan bubu (perangkap ikan) raksasa dari batang bambu dan menutup sebagian arus sungai dengan batu-batu, sehingga dengan mudah ikan-ikan terperangkap masuk ke dalam bubunya. Ikan-ikan tersebut kemudian dipilihnya, hanya ikan besar saja yang diambil, sedangkan ikan-ikan yang masih kecil dilepaskannya kembali ke dalam sungai sampai ikan tersebut menjadi besar untuk ditangkap kembali. Dengan cara demikian, ikan-ikan di sungai di Simpang Melawi tidak akan pernah habis dan terus berkembang biak.
Mengetahui hal tersebut, Bujang Beji pun menjadi iri hati terhadap Temenggung Marubai. Oleh karena tidak mau kalah, Bujang Beji pun pergi menangkap ikan di sungai di Simpang Kapuas dengan cara menuba[2]. Dengan cara itu, ia pun mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak. Pada awalnya, ikan yang diperoleh Bujang Beji dapat melebihi hasil tangkapan Temenggung Marubai. Namun, ia tidak menyadari bahwa menangkap ikan dengan cara menuba lambat laun akan memusnahkan ikan di sungai Simpang Kapuas, karena tidak hanya ikan besar saja yang tertangkap, tetapi ikan kecil juga ikut mati. Akibatnya, semakin hari hasil tangkapannya pun semakin sedikit, sedangkan Temenggung Marubai tetap memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Hal itu membuat Bujang Beji semakin dengki dan iri hati kepada Temenggung Marubai.
"Wah, gawat jika keadaan ini terus dibiarkan!" gumam Bujang Beji dengan geram.
Sejenak ia merenung untuk mencari cara agar ikan-ikan yang ada di kawasan Sungai Melawi habis. Setelah beberapa lama berpikir, ia pun menemukan sebuah cara yang paling baik, yakni menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar pada hulu Sungai Melawi. Dengan demikian, Sungai Melawi akan terbendung dan ikan-ikan akan menetap di hulu sungai.
Setelah memikirkan masak-masak, Bujang Beji pun memutuskan untuk mengangkat puncak Bukit Batu di Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan kesaktiannya yang tinggi, ia pun memikul puncak Bukit Batu yang besar itu. Oleh karena jarak antara Bukit Batu dengan hulu Sungai Melawi cukup jauh, ia mengikat puncak bukit itu dengan tujuh lembar daun ilalang.
Di tengah perjalanan menuju hulu Sungai Melawi, tiba-tiba Bujang Beji mendengar suara perempuan sedang menertawakannya. Rupanya, tanpa disadari, dewi-dewi di Kayangan telah mengawasi tingkah lakunya. Saat akan sampai di persimpangan Kapuas-Melawi, ia menoleh ke atas. Namun, belum sempat melihat wajah dewi-dewi yang sedang menertawakannya, tiba-tiba kakinya menginjak duri yang beracun
"Aduuuhhh... !" jerit Bujang Beji sambil berjingkrat-jingkrat menahan rasa sakit.
Seketika itu pula tujuh lembar daun ilalang yang digunakan untuk mengikat puncak bukit terputus. Akibatnya, puncak bukit batu terjatuh dan tenggelam di sebuah rantau yang disebut Jetak. Dengan geram, Bujang Beji segera menatap wajah dewi-dewi yang masih menertawakannya.
"Awas, kalian! Tunggu saja pembalasanku!" gertak Bujang Beji kepada dewi-dewi tersebut sambil menghentakkan kakinya yang terkena duri beracun ke salah satu bukit di sekitarnya.
"Enyahlah kau duri brengsek!" seru Bujang Beji dengan perasaan marah.
Setelah itu, ia segera mengangkat sebuah bukit yang bentuknya memanjang untuk digunakan mencongkel puncak Bukit Batu yang terbenam di rantau (Jetak) itu. Namun, Bukit Batu itu sudah melekat pada Jetak, sehingga bukit panjang yang digunakan mencongkel itu patah menjadi dua. Akhirnya, Bujang Beji gagal memindahkan puncak Bukit Batu dari Nanga Silat untuk menutup hulu Sungai Melawi. Ia sangat marah dan berniat untuk membalas dendam kepada dewi-dewi yang telah menertawakannya itu.
Bujang Beji kemudian menanam pohon kumpang mambu yang akan digunakan sebagai jalan untuk mencapai Kayangan dan membinasakan para dewi yang telah menggagalkan rencananya itu. Dalam waktu beberapa hari, pohon itu tumbuh dengan subur dan tinggi menjulang ke angkasa. Puncaknya tidak tampak jika dipandang dengan mata kepala dari bawah.
Sebelum memanjat pohon kumpang mambu, Bujang Keji melakukan upacara sesajian adat yang disebut dengan Bedarak Begelak, yaitu memberikan makan kepada seluruh binatang dan roh jahat di sekitarnya agar tidak menghalangi niatnya dan berharap dapat membantunya sampai ke kayangan untuk membinasakan dewi-dewi tersebut.
Namun, dalam upacara tersebut ada beberapa binatang yang terlupakan oleh Bujang Beji, sehingga tidak dapat menikmati sesajiannya. Binatang itu adalah kawanan sampok (Rayap) dan beruang. Mereka sangat marah dan murka, karena merasa diremehkan oleh Bujang Beji. Mereka kemudian bermusyawarah untuk mufakat bagaimana cara menggagalkan niat Bujang Beji agar tidak mencapai kayangan.
"Apa yang harus kita lakukan, Raja Beruang?" tanya Raja Sampok kepada Raja Beruang dalam pertemuan itu.
"Kita robohkan pohon kumpang mambu itu," jawab Raja Beruang.
"Bagaimana caranya?" tanya Raja Sampok penasaran.
"Kita beramai-ramai menggerogoti akar pohon itu ketika Bujang Beji sedang memanjatnya," jelas Raja Beruang.
Seluruh peserta rapat, baik dari pihak sampok maupun beruang, setuju dengan pendapat Raja Beruang.
Keesokan harinya, ketika Bujang Beji memanjat pohon itu, mereka pun berdatangan menggerogoti akar pohon itu. Oleh karena jumlah mereka sangat banyak, pohon kumpang mambu yang besar dan tinggi itu pun mulai goyah. Pada saat Bujang Beji akan mencapai kayangan, tiba-tiba terdengar suara keras yang teramat dahsyat.
"Kretak... Kretak... Kretak... !!!"
Beberapa saat kemudian, pohon Kumpang Mambu setinggi langit itu pun roboh bersama dengan Bujang Beji.
"Tolooong... ! Tolooong.... !" terdengar suara Bujang Beji menjerit meminta tolong.
Pohon tinggi itu terhempas di hulu sungai Kapuas Hulu, tepatnya di Danau Luar dan Danau Belidak. Bujang Beji yang ikut terhempas bersama pohon itu mati seketika. Maka gagallah usaha Bujang Beji membinasakan dewi-dewi di kayangan, sedangkan Temenggung Marubai terhindar dari bencana yang telah direncanakan oleh Bujang Beji.
Menurut cerita, tubuh Bujang Beji dibagi-bagi oleh masyarakat di sekitarnya untuk dijadikan jimat kesaktian. Sementara puncak bukit Nanga Silat yang terlepas dari pikulan Bujang Beji menjelma menjadi Bukit Kelam. Patahan bukit yang berbentuk panjang yang digunakan Bujang Beji untuk mencongkelnya menjelma menjadi Bukit Liut. Adapun bukit yang menjadi tempat pelampiasan Bujang Beji saat menginjak duri beracun, diberi nama Bukit Rentap.
Demikian cerita Legenda Bukit Kelam dari daerah Kalimantan Barat, Indonesia. Cerita di atas termasuk dalam cerita teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Sedikitnya ada dua pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas, yaitu akibat yang ditimbulkan dari sikap iri hati dan tamak, dan keutamaan sifat suka bermusyawarah untuk mufakat. Sifat iri hati dan tamak tercermin pada sifat dan perilaku Bujang Beji yang hendak menguasai ikan milik Temenggung Marubai yang ada di Sungai Melawi. Dari sini dapat diambil sebuah pelajaran, bahwa sifat tamak dan serakah dapat menyebabkan seseorang menjadi iri dan dengki. Sifat ini tidak patut dijadikan sebagai suri teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:
kalau orang tak tahu diri,
seumur hidup iri mengiri
apa tanda orang serakah,
berebut harta terbuan tuah
Sementara sifat suka bermusyawarah untuk mufakat terlihat pada perilaku kawanan sampok dan beruang yang berusaha untuk menggagalkan rencana jelek Bujang Beji yang hendak membinasakan dewi-dewi di kayangan. Menurut Tenas Effendy, melalui musyawarah dan mufakat, tunjuk ajar dapat dikembangkan dengan pikiran, ide, atau gagasan yang dapat disalurkan. Dalam ungkapan Melayu dikatakan:
di dalam musyawarah,
buruk baiknya akan terdedah
di dalam mufakat,
berat ringan sama diangkat

sumber :www.kalimantan-news.com
diposkan oleh: sintang kota bersemi

Bukit Kelam Sintang

A. asal mula
Oleh masyarakat sekitar, keberadaan Bukit Kelam dikaitkan dengan legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai merupakan kepala kelompok para penangkap ikan di Negeri Sintang (ibu kota Kabupaten Sintang sekarang). Bujang Beji beserta kelompoknya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai beserta kelompoknya menguasai Sungai Melawi.
Karena perbedaan hasil tangkapan ikan, muncul niat jahat Bujang Beji untuk menutup aliran Sungai Melawi dengan batu besar. Lalu, ia pergi ke Kapuas Hulu untuk mengangkat batu besar yang terdapat di puncak Bukit Nanga Silat dan membawanya ke Sungai Melawi. Namun, di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Melawi, dewi-dewi dari khayangan menertawakannya beramai-ramai. Tatkala mendongakkan kepala mencari asal suara, tanpa disadarinya, ia menginjak duri beracun. Seketika itu juga, batu yang dipikulnya terlepas dan kemudian terbenam di suatu tempat bernama Jetak. dan kemudian bujang beji berusaha mengangka batu itu kembali dengan bertupukan batu besar lainnya sehingga terbenamlah batu besar tersebut kalau bahasa daerahnya rentap. itulah asal mulanya nama bukit rentap.
sedangkan asal mula nama bukit luit, bukit kecil yang berada di antara bukit kelam dan rentap yaitu bukit tersebut sebagai titik tumpu untuk menggulingkan bukit kelam yang bahasa daerah menyebutnya (sebeji berusaha kak ngeluit bukit kelam ddengan titik tumpu ia bukit luit, dan tumpuan kaki ia bukit rentap.
tuk mennurut kanuk/kkisah urang tuai.

Menurut legendanya, batu besar yang terbenam di Jetak itu kemudian tumbuh perlahan-lahan menjadi sebuah bukit. Dewasa ini, bukit tersebut dikenal dengan Bukit Kelam, sebuah obyek wisata unik dan eksotik yang sangat dikagumi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Dinamakan Bukit Kelam karena batu tersebut cuma satu buah batu dan itu sangat unik sekali, memang banyak gunung-gunung besar di indonesia bahkan dunia tapi itu terdiri dari ribuan tumpukan batu.

Melihat keunikan, keeksotisan, dan kekayaan hayati kawasan seluas 520 hektar lebih tersebut, pemerintah pusat melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 594/Kpts-II/92 pada tanggal 6 Juni 1992, menetapkannya sebagai Taman Wisata Alam Bukit Kelam.

B. Keistimewaan
Panorama alamnya yang rancak dan alami, serta udaranya yang sejuk dan segar, menjadikan kawasaan ini tepat sekali dipilih sebagai tujuan rekreasi alam. Pengunjung dapat mencerap keindahan panoramanya sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut, atau sambil duduk santai di shelter-shelter.

Di kawasan ini, terdapat berbagai flora langka, seperti meranti (shorea sp), bangeris (koompassia sp), tengkawang (dipterocarpus sp), kebas-kebas (podocarpusceae), anggrek (archidaceae), dan kantong semar raksasa.

Berbagai fauna langkanya, seperti beruang madu/mangut/jugam (heralctus mayalanus), trenggiling (manis javanica), kelelawar/kelawa'r (hiropteraphilie), musang, pelanduk/kancil, dan alap-alap (acciptiter badios), menambah daya tarik kawasan ini.

Bagi yang ingin ke puncak bukitnya, dapat melewati sebuah tangga batu yang memiliki ketinggian sekitar 90 meter yang terletak di sebelah barat Bukit Kelam. Bagi yang bernyali besar dan menyukai tantangan ekstrem, dapat mencapai puncaknya dengan melewati tebing batu yang terjal.

Di puncak bukitnya, terdapat gua-gua alam yang eksotik dan bernuansa magis yang di dalamnya banyak terdapat burung walet. Dan, dari atas puncaknya, terlihat hutan tropis yang lebat dan hijau di sekitarnya, Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang mengapit Kota Sintang, keindahan Kota Sintang dari kejauhan, dan areal persawahan yang menghampar luas di bawahnya. Bila musim hujan tiba, dari tempat ini juga terlihat air terjun yang memesona.

Ketinggian kawasan ini berkisar antara 50-900 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan kemiringan antara 15°-40°, sehingga tepat sekali dijadikan tempat untuk melakukan olahraga terbang layang dan panjat tebing. Bagi penyuka olahraga lintas alam, di kawasan ini terdapat jalan setapak yang berliku-liku sampai ke dalam hutan dengan medan yang cukup berat. Pengunjung yang ingin berenang dan bermain tenis, di kawasan ini juga tersedia kolam renang dan lapangan tenis yang dapat digunakan saban waktu. Bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan ini pada malam hari, juga disediakan camping ground yang luas dan aman.

Selain itu, di sini pengunjung juga dapat melihat Rumah Panjang (rumah tradisional suku Dayak) Ensaid Pendek dan Ensaid Panjang yang memiliki arsitektur khas. 

Di kawasan ini setiap tahunnya diadakan Gebyar Wisata Bukit Kelam yang menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari masyarakat setempat, pameran wisata, fashion, permainan rakyat, dan lain sebagainya.

C. Lokasi
Taman Wisata Alam Bukit Kelam terletak di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
D. Akses
Kabupaten Sintang berjarak sekitar 395 kilometer di sebelah timur Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dari Pontianak menuju Sintang, pengunjung dapat naik pesawat, taksi, bus travel, angkutan umum, atau kendaraan pribadi.

Dari pusat Kota Sintang, Taman Wisata Alam Bukit Kelam berjarak sekitar 19 kilometer ke arah timur. Jalan menuju kawasan ini telah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, sehingga pengunjung mudah mengaksesnya dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi dengan waktu tempuh sekitar 30-35 menit.

Setelah sampai di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki tangga-tangga menuju kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Untuk memudahkan pengunjung, di kawasan tersebut telah dibangun jalur wisata permanen yang menghubungkan satu objek wisata dengan objek wisata lainnya.

E. Harga Tiket
Masih dalam proses konfirmasi.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di kawasan Taman Wisata Alam Bukit Kelam terdapat berbagai fasilitas, seperti pusat informasi pariwisata, pemandu wisata, balai pertemuan, panggung hiburan, papan penunjuk arah, camping ground, dan area hiking,

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat terminal bus, area parkir yang luas dan aman, warung makan, kolam renang, lapangan tenis, shelter-shelter, sentra oleh-oleh dan cenderamata, dan toilet.

Pengunjung yang ingin menginap tidak perlu khawatir, karena di kawasan ini terdapat losmen dan wisma dengan berbagai tipe. (sumber: wisatamelayu.com)
diposkan oleh: sintang kota bersemi

tempat wisata Danau Sentarum

danau sentarumDanau Sentarum terletak di putusibau dan berjarak kurang lebih 700 km dari Kota , untuk mencapai lokasi anda bisa menggunakan jalur darat yaitu  bus kota antar proponsi, atau kalau saudara mau jalur udara juga bisa, anda bisa naik dari pontianak ke  kabupaten sintang, dan dari sintang ke kabupaten kapuas hulu anda lanjutkan dengan  jalur darat lagi  dengan rotasi perjalanan bisa mencapai 12 jam. merupakan daerah rawa / danau yang dangkal serta teras-teras yang sangat luas. Kawasan ini merupakan habitat ikan air tawar yang terlengkap di dunia. Untuk aksesbilitas, wisatawan bisa menggunakan jalur darat dan udara untuk sampai ke Danau Sentarum.
Untuk jalur darat, wisatawan bisa menggunakan bus dari Pontianak ke Sintang selama 10-11 jam. Kemudian dilanjutkan dari Sintang ke Semitau dengan Minibus selama 6 jam, Speedboat selama 7 jam, atau menggunakan Motor Bandung selama 1½ hari. saudara pasti bingung apa tiu motor bandug? motor bandung itu masyarakat kami menyebutnya motor kelotok. karna motor air itu sebenarnya khusus barag. Perjalanan dari Semitau ke kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dilanjutkan menggunakan Speedboat selama kurang lebih 2 jam.
demikian dulu kabar dari saya, selanjutnya anda bisa langsung aja ke lokasi,,,,dan perlu di ingat juga masyarakat kami tu sangat ramah-ramah lho, jadi saudara jangan takut atau sungkat untuk bertanya kalau anda merasa kebingungan....orang bilang malu bertanya sesat dijalan, itu benar bangat...!!!

PARIWISATA di Kabupaten Sintang

ada banyak sekali tempat wisata yang indah di kabuaten sintang,
anda pasti belum ngerasa datang ke sintang kalau belum berkunjung ke tempat-tempat wisata, dan itu sangat di sayangkan. karena kunjungan nada ke sintang tidak berkesan apa-apa. ada bermacam-macam obyek Wisata yang ada di kabupaten Sintang antara lain meliputi:
Hutan Wisata Baning: Obyek wisata yang terletak di pusat kota Sintang sehingga mudah di capai pengunjung. Hutan ini juga berfungsi sebagai paru-paru Kota. Tempat ini merupakan kawasan hutan raya gambut.
Taman Wisata Bukit Kelam: o ya sobat, wisata bukit kelam ini jega sangat terkenal lho, bahkan sampai ke turis manca negara, kok bisa? iya donk, bukit kelam itukan merupakan batu terbesar di dunia, karena satu bukit itu cuma satu buah batu aja, selain terkenal dengan keindahan air terjun, bukit kelam juga sangat terkenal dengan tempat wisata rohani (Gua Maria), disamping itu bukit kelam juga terkenal dengan kekayaan buah-buhan, seperti durian, atau bahasa masyarakatku rian, dan mentawak, kubal, langsat, dan masih banyak lagi buah-buahan yang lain. Terlatak di Kota Sintang, salah satu daya tarik Taman Wisata Bukit Kelam adalah panorama alam yang menampakkan sebuah tebing terjal, di selingi hutan lebat di kaki tebing dan puncaknya. Di lokasi ini juga terdapat pulau air terjun ndan goa alam. Flora yang paling unik di dalam kawasan ini adalah sejenis kantong semar merah, yang sekarang kabarnya tumbuhan ini sangat tinggi nilai jualnya,  tapi kita sebagai maysarakat harus bisa menjaganya,,jangan malah dibuat bisnis yang cuma menguntungkan diir sendiri. yang merupakan tumbuhan endemik di kawasan ini.
o ya didekat bukit keam ada lagi bukit-bukit kecil di sekitarnya yang tidak kalah menariknya juga..contohnya seperti Bukit Luit, nah di bukit Luit inilah posisi tepatnya dusunku, kalau anda kunjung ke buit kelam pasti bertanya-tanya bukit apa si yang kecil mungil itu? tapi jangan salah lho, Bukit Luit itu sangat terkenal dengan buah-buahannya, bahkan kalau masalah penghasil buah-buahan alam bukit kelam masih kalah di banding bukit luit.PARIWISATA di Kabupaten Sintang
Danua Sentarum: Berada di sebelah barat Putussibau merupakan kawasan satwa marga satwa. Danau ini merupakan danau musiman satu-satunya yang terletak di hutan rawa air primer di Kalimantan Barat.



Pop up my Cbox